Text
Manajemen strategi di era revolusi industri 4.0
Di era revolusi industri 4.0 problem utama dari suatu organisasi yang kompleks adalah ketidakpastian. Ketidakpastian dalam organisasi dan manajemen muncul karena adanya interaksi antara faktor lingkungan sosial, lingkungan industri, dan lingkungan internal dari suatu organisasi yang saling memengaruhi satu sama lain yang berlangsung terus menerus, semakin lama semakin cepat perubahan yang ditimbulkannya. Interaksi tersebut difasilitasi dan dipercepat dengan adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi sehingga perubahan yang terjadi, tidak saja semakin cepat dan kompleks, tetapi semakin sulit diidentifikasi dan diantisipasi. Proses suatu perubahan selalu bermuara pada apa yang relevan dahulu, kini tidak relevan lagi.Manajemen strategi lahir untuk dapat memberi jawaban-jawaban terhadap bisnis-bisnis hadir dan dikenal sebagai pemimpin pasar dan hilang begitu saja, tetapi dilain pihak ada bisnis-bisnis yang mampu bertahan dalam waktu yang lama bahkan melampaui jamannya. Atas dedikasinya yang demikian, menjadikan ilmu manajemen strategi semakin dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0 maupun pada masa-masa yang akan datang.Manajemen strategi mengajarkan prinsip-prinsip pengamatan dan penilaian pada faktor lingkungan sosial makro seperti perkembangan hukum dan politik, ekonomi, teknologi, dan sosial budaya; lingkungan industri seperti pesaing, konsumen, komunitas, pemerintah, kreditur, pemasok, asosiasi perdagangan, dan serikat pekerja. Faktor-faktor lingkungan tersebut dievaluasi dan disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan faktor internal seperti struktur, budaya, dan sumber daya organisasi dalam upaya mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan cara[1]cara strategis dan efisien.Hasil-hasil pengamatan dan analisis lingkungan eksternal makro, lingkungan industri dan analisis lingkungan internal organisasi menjadi dasar dalam merumuskan, merevisi misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, anggaran, kinerja organisasi dan terakhir menjadi dasar dalam melakukan proses evaluasi dan pengendalian. Manajemen strategi di samping berfungsi sebagai pemberi arah, juga berfungsi sebagai sarana untuk mengkomunikasikan tujuan organisasi dan pedoman para eksekutif puncak,karyawan, dan segenap pemangku kepentingan atau stakeholder, agar organisasi dapat bertumbuh dan berkembang serta memberi dampak positif pada umat manusia.Seluruh proses manajemen strategi yang terdiri atas perumusan strategi, implementasi, evaluasi dan pengendalian dikupas tuntas dalam buku ini.
Tidak tersedia versi lain